Kamis, 08 Maret 2012

NiTiNOL dan AlNiCo : Aloi Yang Memiliki Ingatan dan magnet parmanen

Apabila leburan dari dua macam logam atau lebih dicampur atau leburan suatu logam dicampur dengan unsur-unsur nonlogam dan tidak terjadi reaksi kimia setelah didinginkan akan terbentuk suatu padatan yang disebut Aloi. Dari berbagai aloi salah satu adalah nitinol. Nitinol merupakan aloi dari nikel (Ni) dan titanium (titanium). Dibanding aloi lain nitinol memiliki keistimewaan karena dapat mengingat kembali bentuk semula sehingga seringkali disebut sebagai aloi yang memiliki ingatan. Bentuk asli yang dapat diingat oleh nitinol diperoleh dengan cara memanaskan aloi pada 500-550 °C selama sekitar satu jam dan setelah itu dibiarkan mengalami pendinginan.

clip_image002

Gambar nitinol

Pada temperatur rendah aloi ini cukup lunak sehingga mudah dibengkokan atau ditekuk sehingga bentuknya berubah dari bentuk aslinya. Pada waktu dihangatkan aloi tersebut kembali ke bentuk aslinya. Nitinol ditemukan pada tahun 1960 oleh william J. Buchler, seorang insinyur metalurgi pada noval ordnance Laboratory di white oak, maryland USA. Nama nitinol diambil dari Nikel, Titanium dan Noval Ordnance Laboratory. Nitinol digunakan pada bingkai kacamata, dalam bidang kedokteran dibuat sebagai kawat perapi gigi (brace) dan untuk mengganti tulang paha yang rusak.

clip_image003

Gambar Batangan alnico

Selain itu terdapat pula aloi lebih dari dua logam, salah satunya yaitu alnico. Alnico merupakan aloi dari Al 8%, Ni 14%, Co 24%, Cu 3%, dan Fe 51%. Aloi ini paling banyak digunakan untuk membuat magnet pada pengeras suara karena memiliki sifat magnet yang parmanen.

referensi :

http://wanibesak.wordpress.com/2011/06/27/ikatan-logam-sifat-sifat-logam-dan-alloy/

http://kimia.upi.edu/staf/nurul/web2010/0808532/HTML/index.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar